Penyebab Hernia Diafragmatika

Penyebab hernia diafragmatika adalah penyebab yang sering ditemui pada anak-anak pada bagian perut bawah, diketahui ketika bayi baru lahir dalam beberapa bulan.

Penyebab Hernia Diafragmatika merupakan suatu defek kongenital pada diafragma, lebih sering pada sisi kiri yang menyebabkan protrusi usus ke dalam rongga toraks dan biasanya menimbulkan distres pernapasan. Herniasi dapat terjadi pada tiga tempat walaupun herniasi yang menyebabkan distres pernapasan pada neonatus biasnaya merupakan tipe Bochdalek.

  • Foramen Bochdalek : diafragma posterior
  • Foramen Morgagni : diafragma anterior
  • Hiatus esofagus

PEMERIKSAAN HERNIA DIAFRAGMATIKA

Penyebab Hernia Diafragmatika

Penyebab Hernia Diafragmatika

Gambaran radiologis

Pemeriksaan ultrasonografi antenatal sering dapat mendeteksi herniasi. Pemeriksaan sinar X dada dapat memperlihatkan perubahan yang menyerupai kista atau penampakan lingkar usus multipel yang khas pada toraks. Terdapat pergesaran mediastinum menjauhi sisi defek. Film abdomen dapat menunjukkan tidak adanya atau berkurangnya lingkar usus.

Penyebab hernia diafragmatika adalah cacat lahir bawaan yang ditandai dengan adanya lubang yang abnormal pada diafragma akibat penyatuan yang tidak sempurna dari struktur-struktur diafragma selama perkembangan janin. Diafragma adalah struktur otot yang memisahkan rongga dada dengan rongga perut dan mempermudah pernafasan. Pada hernia diafragmatika, lubang yang terbentuk pada diafragma tersebut membuat organ-organ perut dapat memasuki rongga dada, yang mana hal ini dapat menyebabkan kesulitan bernafas yang berat, kulit berwarna kebiruan, denyut jantung dan nafas yang cepat ketika bayi lahir.

GEJALA HERNIA DIAFRAMATIKA

Adapun gejala hernia diafragmatika adalah :

  • Gangguan sesak nafas yang berat
  • Sianosis (warna kulit kebiruan akibat kekurangan oksigen)
  • Takipneu (laju pernafasan yang cepat
  • Bentuk dinding dada kiri dan kanan tidak sama (asimetris)
  • Takikardia (denyut jantung yang cepat).

Lambung, usus dan bahkan hati dan limpa menonjol melalui hernia. Jika hernianya besar, biasanya paru-paru pada sisi hernia tidak berkembang secara sempurna. Setelah lahir, bayi akan menangis dan bernafas sehingga usus segera terisi oleh udara. Terbentuk massa yang mendorong jantung sehingga menekan paru-paru dan terjadilah sindroma gawat pernafasan.

Penyebab terjadinya hernia diafragmatika banyak ditemukan 1 orang diantara 2.200-5.000 kelahiran dan juga terjadi sekitar 80-90% yang terjadi dibagian sisi kiri. Janin yang tumbuh di dalam uterus ibu sebelum lahir dan juga berbagai sistem organ yang kemudian berkembang dan menjadi semakin dewasa. Diafragma kemudian akan berkembang diantara minggu ke-7 sampai juga minggu ke 10 dari proses kehamilan. Esofagus atau saluran yang bisa menghubungkan ke tenggorokan menuju ke abdomen, abdomen, dan juga usus yang semakin lama semakin berkembang pada minggu tersebut. Sedangkan pada penyakit hernia di tipe Bockdalek, diafragma biasanya berkembang dengan tidak wajar atau juga usus yang terjebak di dalam rongga dada disaat diafragma sedang berkembang. Sedangkan pada kasus penyakit hernia diafragma tipe Margagni, otot yang semestinya berkembang di tengah-tengah diafragma maka otot tersebut tidak berkembang dengan wajar.

Pada kedua kasus tersebut, perkembangan dari diafragma dan juga saluran pencernaan juga tidak terjadi dengan normal. Penyakit hernia diafragmatikan karena diakibatkan beberapa penyebab yang berarti banyak faktor penyebab baik disebabkan karena faktor genetik atau keturunan dan juga akibat lingkungan.

KOMPLIKASI PENYAKIT HERNIA

Komplikasi yang terjadi dari hernia diafragmatika adalah akan menyerang usus, lambung hati dan juga limpa yang menonjol lewat hernia. Jika hernia mengalami pembesaran, maka biasanya paru-paru yang terjadi di sisi hernia tidak akan berkembang dengan cara yang sempurna. Dan setelah lahir, bayi biasnaya akan menangis dan kemudian akan bernafas sehingga usus akan segera di isi oleh udara. Dan setelah itu terbentuk dengan massa yang mendorong masuk ke dalam jantung sehingga kemudian akan menekan paru-paru dan baru setelah itu terjadilah sindrom gawat pernapasan. Sedangkan komplikasi yang terjadi mungkin bisa terjadi juga pada penderita penyakit hernia diafragmatika tipe Bockdalek antara lain adalah 20% yang mengalami suatu kerusakan di bagian kongenital paru-paru dan 5-16% yang mengalami kromosom.

Komplikasi lain penyebab hernia diafragmatika adalah :

  1. Terjadinya penurunan jumlah alvieoli dan juga pembentukan dari bronkus.
  2. Bayi yang biasanya mengalami distress respirasi berat yang terjadi di usia beberapa jam pertama setelah bayi lahir.
  3. Muntah akibat dari terjadinya obstruksi usus.
  4. Kolaps respirasi yang berat dalam waktu 24 jam pertama
  5. Tidak adanya suara nafas

Yang bisa dilakukan seorang bidan jika menemukan kasus bayi lahir dengan penyakit hernia diafragmatika adalah :

  1. Memberikan oksigen jika bayi nampak terlihat pucat atau juga terlihat biru.
  2. Memposisikan bayi semifowler atau juga fowler sebelum dan sesudah melakukan operasi agar tekanan yang ada di dalam isi perut ke paru menjadi berkurang dan agar diafragma bisa bergerak dengan bebas.
  3. Mengawasi bayi jangan sampai muntah, jika bayi muntah maka segeralah tegakkan bayi agar tidak mengalami aspirasi.
  4. Melakukan informed consent dan informed choice untuk merujuk bayi pada tempat yang lebih baik pelayanan kesehatannya.

Penyebab Hernia Diafragmatika


=====================================

>>> Kapsul Herbal Pro-Hernia Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Hernia, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyebab Hernia and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *